Selasa, 28 Maret 2017

TERNYATA, Perusahaan yang Menahan Ijazah Karyawan Melanggar Undang-Undang dan HAM, BANTU SEBARKAN..!!!



Kebijakan PT Indomarco Prisma Tama (Indomaret) yang menahan ijazah karyawan maupun mantan karyawannya, mendapat sorotan pejabat Pemerintah Kota Palembang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Palembang, Gunawan mengatakan, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tidak ada aturan yang membolehkan perusahaan menahan ijazah karyawannya.

Bahkan, kata dia, kebijakan itu sudah melanggar hak asasi manusia (HAM) karyawan untuk mencari pekerjaan yang terbaik.

"Kebijakan itu (tahan ijazah) melanggar HAM. Dan tentu juga sudah melanggar Undang-undang ketenagakerjaan. Seharusnya ijazah yang ditahan itu cuma fotokopinya saja, bukan yang asli," ungkap Gunawan kepada merdeka.com, Selasa (18/2).

Menurut dia, perusahaan memang kadang merasa khawatir jika karyawannya berhenti. Namun, untuk mengikat antara pengusaha dan pekerja tidak perlu dengan tindakan menahan ijazah asli, tetapi cukup perjanjian kerja dengan batas waktu yang ditentukan atau tidak.

"Kami tidak ingin kejadian ini kembali terulang. Jangan asal buat kebijakan dan melanggar aturan," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Palembang mengancam akan menutup operasional seluruh gerai Indomaret di kota itu jika tidak mengubah kebijakan penahanan ijazah karyawan maupun yang sudah berhenti dalam waktu 2x24 jam.

Sikap tegas ini sebagai kecaman dewan kepada toko modern tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat. [tyo]

SUMBER: https://www.merdeka.com/peristiwa/tahan-ijazah-karyawan-perusahaan-langgar-ham-undang-undang.html

Senin, 27 Maret 2017

Kisah Seorang Ibu yang 7 Kali Naik Haji Tapi Tidak Bisa Melihat Ka'bah, Saat Meninggalpun Ditolak Bumi, Ternyata Kesalahan Tak Terduga Ini yang Dilakukannya..!


Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji.

Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu dan anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. "Labaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah".

Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, "Ummi undzur ila Ka'bah (Bu, lihatlah Ka'bah)." Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu.

Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya. Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya.

Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. Beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan. Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya.

Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita.

Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharap rahmatNYA. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.

Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, dengan menatap Ka'bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kembali membawa ibunya berhaji tahun depan.

Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya. Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan di dekat Ka'bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan simbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak bisa melihat Ka'bah.

Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya. Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka'bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap.

Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.

Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka'bah. Padahal, setiap berada jauh dari Ka'bah, penglihatannya selalu normal. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT?. Apa yang telah diperbuat ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu? Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya.

Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya. Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal Karena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpa kesulitan berarti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud.

Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang saleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu dari hasan mau menelponnya. Anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah kelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun mau menelpon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci.

Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya.

"Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukan masalah sepele," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak. Kemudian ia meminta waktu untuk memikirkannya.

Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat kabar dari Sarah. Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelpon.

"Ustad, waktu masih muda, saya bekerja sebagai perawat di rumah sakit," cerita Sarah akhirnya.

"Oh, bagus..... Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia," potong ulama itu.

"Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram," ungkapnya terus terang. Ulama itu terperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.

"Di sana...." sambung Sarah, "Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka."

Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah.

"Astagfirullah......" betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak. bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya.

Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting. Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi.

"Cuma itu yang saya lakukan," ucap Sarah.

"Cuma itu ?" tanya ulama terperangah. "Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah Anda hancurkan!" ucap ulama dengan nada tinggi.

"Lalu apa lagi yang Anda kerjakan?" tanya ulama itu lagi sedikit kesal.

"Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati."

"Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia," kata ulama.

"Ya, tapi saya memandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir."

"Maksudnya?" tanya ulama tidak mengerti.

"Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati."

"Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan."

Mendengar penuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah.

"Cuma itu yang kamu lakukan? Masya Allah.... !!! Saya tidak bisa bantu anda. Saya angkat tangan," Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi ia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji. Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu.

Akhirnya ulama itu berkata, "Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya Dialah yang bisa mengampuni dosa Anda."

Bumi menolaknya.

Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mencari tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah telah bertobat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya.

Karena tak juga memperoleh kabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan. Kebetulan yang
menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan kabar Sarah, ternyata kabar duka yang diterima ulama itu.

"Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelpon ustad," ujar Hasan. Ulama itu terkejut mendengar kabar tersebut.

"Bagaimana ibumu meninggal, Hasan?" tanya ulama itu.

Hasanpun akhirnya bercerita :

Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas ijin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat.

Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwa tanah itu kembali rapat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayit.

Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karena pekerjaan mereka tak juga usai. Siangpun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satupun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang.

Jenazah itu dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang. Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya di tempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin.

Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri. Dengan ijin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan.

Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya, "Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!" kata orang itu.

Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur mau menggali lubang untuk kemudian mengebumikan ibunya.

"Aku minta supaya kau jangan menengok ke belekang, sampai tiba di rumahmu," pesan lelaki itu.

Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia keluar lokasi pemakaman, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan jenazah ibunya.

Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langkah seribu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.

Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar.

Ulama itu mendengarkandengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Ia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya.

Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu. Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan ijin Allah akan hilang.

Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabari ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitaman hilang. 

Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.

Semoga kisah nyata dari Mesir ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Uang Rp 50.000 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. 45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk menonton sinetron di televisi. Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya.

Mohon bantu share agar kisah ini juga bisa bermanfaat bagi yang lain.

Tak Perlu Nunggu Mapan untuk Membahagiakan Orang Tua, Lakukan 10 Hal Ini dari Sekarang!


Pernah gak kamu berpikir begini:
"Pengen membahagiakan orang tua tapi gaji belum seberapa."
"Pengen ajak orang tua liburan tapi gak punya uang."

Banyak dari kita yang ingin membahagiakan orang tua tapi merasa pesimis karena belum jadi orang yang sukses.

Padahal membahagiakan orang tua tak melulu harus menunggu punya banyak uang lho. Kamu bisa membuat mereka senang dengan cara yang lain.

Meskipun sederhana, tindakan ini lebih berharga dari sekedar uang. Apa saja kira-kira?

1. Berikan kabar ke orangtuamu bahwa kamu sedang berada di kantor dan ceritakan bagaimana lingkungan kerjamu.
Kalau kamu tinggal jauh dari orangtua, berikan kabar padanya tentang kondisimu sekarang. Misalnya,
" Pa, besok aku mau survei lapangan di Kalimantan satu bulan. Di sana aku tinggal di penginapan, dan bla bla bla...."

2. Telepon dan katakan ke ibumu bahwa kamu sangat merindukan masakannya.
Pujilah masakan buatan orangtua. Misalnya,
"Di sini, nasi gorengnya gak ada yang bisa ngalahin nasi goreng buatan Mama."
"Sudah tiga bulan gak pulang, kangen bubur ayam buatan Mama."

3. Tanyakan kabar ayahmu, bagaimana pekerjaan di kantornya, serta bagaimana kesehatannya.
"Papa, sehat 'kan?"
"Tekanan darahnya berapa sekarang?"
"Papa jangan sering-sering lembur lagi."

4. Kamu bisa memberikan kejutan dengan pulang ke rumah orangtuamu sehingga bisa mengobati kerinduan mereka kepada kamu.
Saat ada tanggal merah, kamu bisa pulang tanpa memberi kabar terlebih dulu. Atau mungkin kamu bisa mengambill cuti untuk menjenguk orangtuamu.

5. Saat berkunjung ke rumah orangtua, bawakan makanan dan minuman kesukaan mereka.
Tak perlu mahal, yang terpenting adalah makanan favorit mereka karena mereka pasti akan sangat menyukainya.

6. Saat berkumpul, luangkan waktu selesai jam makan malam untuk mongobrol santai.
Karena pembicaraan santai saat selesai makan malam akan membawa pengaruh baik pada hubungan. Kamu juga bisa menceritakan kesulitan atau masalah yang kamu hadapi di kantormu agar kamu bisa mendapat nasihat ataupun semangat dari mereka.

7. Jangan sampai kamu melupakan hari penting mereka. Misalnya hari ulang tahun maupun hari ulang tahun pernikahan kedua orangtuamu.
Gak perlu mewah buat merayakannya, karena kebersamaan itu mengalahkan kemewahan dalam bentuk apapun.

8. Selalu ciptakan nuansa yang nyaman saat berkumpul. Lupakan sejenak urusan kantor maupun gadget kamu.
Percaya deh, waktu yang kamu habiskan bersama kedua orangtuamu tidak akan pernah sia-sia.

9. Bagikan cerita bahagia kamu kepada orangtua.
Misal saat kamu mendapatkan promosi jabatan, tentu orang tuamu akan sangat bahagia saat mendengar kabar baik dari anak tercintanya, bukan?

10. Terakhir dan yang paling utama, jangan lupa selalu minta doa dari mereka.
Doa dari orang tua adalah doa terbaik dan bikin kalian makin terikat.

Nah, setelah tahu ini, masih mau menunda untuk membuat bahagia orang yang paling dekat dengan kamu dari kecil?

Pastikan kamu melakukannya dari sekarang ya!

Sumber: cerminan.com

Ternyata Menyakiti Hati Istri Membuat Rezeki Seret, Ini Penjelasannya


Bismillahir Rahmaanir Rahim, Subhanallah Walhamdulillah... Kisah ini  saya dapat tanpa sengaja. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 1994-an saat saya berangkat kuliah, saya bertemu dengan orang yang memberikan wejangan ini. Silahkan baca dengan seksama, semoga bermanfaat bagi kita.

Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat padahal hari itu mata kuliah favorit saya. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung.

Di tempat itu saya berkenalan dengan seorang yang sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi manusia.

Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan. Itulah misteri rejeki mas, Kata orang itu pada saya.

Saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pada selalu bersyukur, dan terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri. Itu wejangan yang selalu diberikan oleh mertua saya, dan saya membuktikan sendiri sampai sekarang, kata orang itu dengan wajah serius.

Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena musibah sekalipun, kenikmatan yang akan kita terima akan ditambah oleh Allah. Itu janji Allah, bukan main-main mas, kata orang itu. Janji Allah tentang umatnya yang mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai kotbah atau ceramah agama.

Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yang lupa mensyukuri nikmat tersebut.

Berikutnya jangan sakiti istri kita. Inilah poin yang saya pegang terus sampai sekarang. Pekerjaan seorang istri adalah pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami, melahirkan dengan taruhan nyawa.

Membesarkan anak dengan susah payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya. Dengan melihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda?

Menurut orang yang saya kenal tersebut, banyak tidaknya rejeki yang dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti banyak.

***
Sebaliknya jika saat berangkat mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang.

Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, tetapi saya baru sadar dan merasakan sendiri saat saya sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut.

Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki bagi kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat bagi sebuah keluarga. Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri kita jika ingin rejeki kita berlimpah. Semoga kisah ini berguna bagi kita semua.

Subhanallah...Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami..
Demikianlah kisah tentang cara mendatangkan rezeki, silahkan bagikan semoga bermanfaat.




Sumber : akhwatindonesia.net

Jika Punya Pasangan Wanita Keras Kepala Jangan Di Lepas, Dia Merupakan Sosok Calon Istri Terbaik


Menghadapi seseorang yang keras kepala bukanlah suatu hal yang mudah, karena ia tidak akan dengan mudah menyerah pada apa yang ia percayai dan inginkan.

Ternyata seorang wanita yang keras kepala adalah sosok calon istri terbaik. Penasaran? Simak alasannya di sini.

Ia tahu apa yang diinginkan

Wanita keras kepala benar-benar tahu apa yang diinginkannya dan memiliki kemauan besar untuk meraihnya. Ia tegas dengan apa yang dirasakannya dan ketika hal tersebut menyangkut pada orang-orang yang dicintainya, ia tidak akan muda menyerah. Jatuh cinta pada wanita keras kepala berarti ia juga akan keras kepala dalam mencintai Anda. Ia akan tetap mencintai Anda dengan maksimal.
Ia dapat mengontrol emosinya

Wanita adalah makhluk yang penuh dengan emosi. Hal terbaik dari wanita keras kepala adalah ia dapat mengontrol emosinya. Ia tahu betul apa yang membuatnya bersemangat dan akan berjuang mati-matian untuk terus mendapatkannya. Berhubungan dengan wanita keras kepala artinya adalah Anda akan merasakan berbagai emosi, karena wanita keras kepala adalah sosok yang sangat emosional, dalam cara yang positif.

Ia akan mendorong Anda menjadi lebih baik

Terkadang, orang lain lebih tahu yang terbaik untuk diri Anda, ketimbang diri Anda sendiri. Ia akan berjuang untuk Anda ketika ia tahu apa hal yang baik untuk Anda. Ia tidak kenal lelah ketika hal itu berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan Anda. Ia tidak akan menyingkir dan membuat Anda menghancurkan diri sendiri. Sebaliknya, ia akan menjadi salah satu orang yang terus menemukan cara untuk mencintai Anda dan membuat Anda lebih mencintai diri sendiri.

Ia adalah seorang penyetir

Seorang wanita bersifat keras kepala karena ada alasannya. Mungkin karena ia telah berjuang begitu keras untuk sesuatu yang dimilikinya sekarang, atau pernah memperjuangkan sesuatu yang tidak mudah. Apa pun alasannya, ia keras kepala karena suatu tujuan. Ia adalah seorang wanita yang kuat dan akan menjadi seorang penyetir terhadap hal yang diinginkannya. Hal ini tidak hanya akan menginspirasi Anda, namun juga membuatnya menjadi pasangan yang hebat untuk Anda.

Ia nyata

Wanita ini bukan tipe penurut. Ia bukan orang yang akan menurut kepada Anda karena takut, kasihan, atau lemah. Wanita ini memiliki pilihannya sendiri dan menjaganya tetap nyata untuk Anda. Ketika ia tidak sependapat dengan Anda, ia akan mengatakannya kepada Anda, dan ia akan memberikan Anda sebuah kejujuran.

Ia akan membuat segala hal menjadi menarik

Ia adalah orang yang keras kepala, termasuk membuat beberapa konflik. Namun, siapa yang ingin jatuh cinta kepada orang yang selalu menurut? Tentu saja, berkencan dengan wanita keras kepala berarti banyak hal akan menjadi sulit, namun itulah seninya, ia membuat semua hal terlihat menggairahkan, rumit, dan nyata.

Ia bisa berempati

Terkadang, Anda dapat beradu argumentasi, namun satu hal tentang wanita keras kepala adalah ia sangat pandai dalam beragumentasi. Karena sifat keras kepalanya, ia dapat mengetahui cara untuk melihat di sudut pandang yang berbeda. Tentu saja, ia bertahan pada perasaannya sendiri, namun bukan berarti ia tidak akan mempertimbangkan perspektif Anda. Ia mungkin tidak selalu setuju dengan Anda, namun ia bertahan pada apa yang dipercayainya, dan dunia Anda akan berputar-putar. Inilah yang terpenting.

Ia percaya diri

Untuk menjadi orang yang keras kepala, Anda harus merasa percaya diri terhadap apa yang Anda percaya dan bertahan dengan hal tersebut. Dan seorang wanita dengan kepercayaan diri itu seksi.

Ia bergairah

Ia keras kepala dan emosional, yang berarti ia memiliki keinginan dan impiannya sendiri. Keinginan dan impian inilah yang membuat bergairah, termasuk Anda. Ia bukanlah orang yang akan menyerahkan segala hal pada nasib. Ia akan berjuang untuk Anda dan memberikan hubungan yang luar biasa.

Ia sangat peduli

Ia keras kepala untuk Anda, bahkan ia akan membuat Anda menjadi prioritas utama. Ia akan tetap mencintai Anda, bahkan ketika ia marah atau Anda membuatnya frustasi. Dan karena ia keras kepala, ia tidak akan menyerah untuk Anda.

Ia akan membuat Anda gila, dalam arti positif

Seorang wanita keras kepala akan membuat Anda kewalahan. Ia sering tidak sependapat, namun wanita ini akan mencintai Anda sepenuh hati. Gila, bukan? Tidak ada salahnya untuk menemukan seseorang yang akan membuat Anda gila, dalam cara yang positif.

Sumber: cerminan.com

Kisah cinta sejati seorang suami rela kelaparan bertahun-tahun demi rawat sang istri


Saat cinta diuji dalam berbagai kesusahan barulah ia akan terlihat ketulusannya. Dalam keadaan baikpun kadang cinta sering sekali mendapat kerikil-kerikil tajam, pertengkaran-pertengkaran kecil acap kali terjadi hingga lupa mensyukuri cinta mereka. Pertanyaannya bagaimana kalau cinta dihadapkan dalam keadaan yang kurang menyenangkan? Akankah ia setia bertahan?
Sepasang suami istri yang telah usur ini bisa memberikan kita pelajaran tentang apa arti cinta yang sebenarnya. Meskipun cinta sering didefenisikan dengan artian yang beragam.
Kisah pasangan yang kembali menyentuh hati jagat media sosial ini datang dari pasangan yang berasal dari Provinsi Sa Kaeo, Thailand. Kisah cinta mereka menuai perhatian dari para netizen. Pasalnya, sang pria rela melakukan apa saja termasuk kelaparan bertahun-tahun demi merawat istrinya yang terbaring sakit.
Istri pria tersebut mengalami kelumpuhan akibat digigit ular tahun lalu. Hal ini membuat istrinya tidak bisa melakukan berbagai aktivitas. Bahkan untuk bergerak saja pun tidak bisa. Tapi beruntung, di saat ia mengalami kesusahan seperti itu ada sosok pendamping yang setia menemaninya.
Bukan hanya itu saja, pendampingnya itu juga rela melakukan apa saja demi dirinya. Termasuk rela tidak makan sebelum dia makan terlebih dahulu.
“Kami sebelumnya bersumpah untuk menjalani kehidupan ini bersama-sama. Istri saya adalah orang yang paling penting dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah meninggalkan dia, “kata pria yang tak diketahui identitasnya itu.
“Saya mungkin tidak memiliki sebuah rumah yang indah atau mobil, tapi saya mendedikasikan hati dan jiwa saya untuk istri saya. Saya tak pernah mengingkari kata-kata saya ini,” lanjutnya.
Pasangan ini membuat banyak orang di sekitarnya merasa kasihan. Terlebih pria itu tak bisa bekerja dan pergi jauh dari rumah karena harus mengurus istrinya. Namun mereka beruntung karena setiap bulannya mendapatkan subsidi dari para tetangga sebesar 700 Baht atau sekitar Rp 260 ribu. Meski begitu, jumlah tersebut pun masih belum bisa memenuhi kebutuhan mereka berdua.
Tapi sepertinya Tuhan memiliki rencana indah di balik penderitaan mereka. Untungnya kisah cinta pasangan ini tengah viral sehingga beberapa netizen di Thailand tergerak untuk berdonasi untuk mereka. Netizen banyak yang memberi makanan, perlengkapan sehari-hari, dan uang dari netizen yang tak bisa mengunjungi mereka.
Selain menunjukkan bukti cintanya kepada sang istri, pria itu juga percaya bahwa kondisi istrinya akan pulih. "Dalam kehidupan, kamu harus selalu memiliki harapan," ungkapnya.
Sejumlah makanan, perlengkapan sehari-hari dan uang diberikan pada pasangan suami istri ini.
Setiap pasangan yang sudah menikah tentu akan berjanji untuk sehidup semati dan rela menjalani masa susah maupun senang secara bersama-sama. Sayangnya, banyak pasangan saat ini yang memilih perceraian dan berpisah karena beragam alasan. Mulai dari ketidakcocokan sampai alasan tak kunjung dikaruniai momongan.
Semoga kisah ini bisa memberi kita hikmah tentang apa itu cinta sebenarnya.
sumber: cerminan.com

Alquran Sangat Melarang Merebut Suami Atau Istri Orang, Mau Tau Apa Akibatnya!


Merebut pasangan muhrim orang lain apalagi itu kalangan dekat, sama halnya dengan merampas sesuatu yang bukan haknya sehingga sangat menyakit korbannya.
Misalnya, perempuan merebut suami orang atau sebaliknya seorang pria merebut istri orang lain, terlebih mereka dalam lingkaran kekerabatan atau sahabat sehingga ada pihak yang menderita.
“Dalam Islam memang tidak ada istilah karma tetapi dikenal dengan doktrin sebab akibat, pelaku kejahatan akan mendapat siksa atas dosanya yang berbuat baik akan mendapat pahala,” ujar pengamat Hukum Islam di Banjarmasin, Hj Mariani MHI, kepada BPost Online.

Ancaman dosa ini dari sebab akibat ini diabadikan Alquran dalam Surah Ar Rum ayat 41, As Sajadah ayat 21 dan An Nahl ayat 61.

Tiga surah tersebut, menurut pegawai Kemenag Kalsel ini, mengingatkan setiap ornag bertanggung jawab atau memikul akibat dari segala perbuatannya.

“Tentu saja termasuk dalam kasus mengambil istri atau suamiorang lain sehingga pihak korban menderita,” ujarnya.

Dosa sebab akibat ini yang sering juga diterjemahkan sebagai qisas ini, pasti akan dialami mereka yang sudah melakukan siksaan kepada orang lain.

Bahkan bisa sejak di dunia hingga sampai ke akhirat.

TOLONG JANGAN ABAIKAN SETELAH MEMBACA ARTIKEL INI, BAGIKAN KEPADA TEMAN ANDA DI MEDIA SOSIAL SEMOGA ANDA MEMPEROLEH PAHALA KEBAIKAN AMIIN

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. " (HR. Muslim)

sumber: cerminan.com