Selasa, 18 April 2017

Jangan Biarkan Anak Bermain Slime, Jika Tak Ingin Bernasib Seperti Bocah Ini..!!

Jangan Biarkan Anak Bermain Slime, Jika Tak Ingin Bernasib Seperti Bocah Ini..!!

Baca Juga



Mom, pernahkah kamu membelikan slime (semacam lilin mainan lunak yang mudah dibentuk) untuk anak? 

Slime sering menjadi opsi permainan yang lucu karena warnanya menarik, bisa dibentuk aneka rupa, dan menjadi permainan pengganti gadget yang baik.

Namun demikian ada kabar mengejutkan dari Rockland, Massachusetts, Amerika Serikat. Seorang gadis cilik bernama Kathleen Quinn mengalami luka bakar di tangannya akibat bermain dengan slime yang mengandung banyak borax. 

Luka itu tidak langsung dirasakannya melainkan sesudah beberapa hari pasca beraktivitas dengan sebongkah slime.

Seperti dilansir dari WCVB, Kathleen mulai mengeluh rasa terbakar di tangan dalam sebuah acara menginap bersama. 

"Rasanya benar-benar panas dan menggelitik," ujar Kathleen, Selasa (28/3).

Keesokan harinya, kedua tangan Kathleen mengalami lecet parah di bagian jari. Ia dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan. 

Secara mengejutkan, dokter menyatakan tangan Kathleen mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga.

"Saya sering mendengar ibu-ibu lain mengatakan 'Tidak apa-apa, aman kok. Kami sering menggunakannya (slime) berulang kali.' Tapi nyatanya, lihat apa yang terjadi," ujar Siobhan Quinn selaku ibu dari Kathleen.

Well, mulai sekarang berhati-hati ya Mom. Perhatikan dulu baik-baik apa saja kandungan dari mainan yang kamu berikan pada anak. 

Lihat seksama bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya agar kejadian ini tidak lagi terulang.

Bermain merupakan kegiatan anak-anak yang jangan dilarang, karena anak-anak jiwa dan pikirannya masih senang dengan bermain-main. 

Banyak permainan kreatif, yang sebenarnya bisa diberikan untuk anak-anak. Permainan yang mengasah otak, dan melatih imajinasi anak, tentunya semua yang bertujuan postif.

Salah satu permainan yang sedang trend di dalam negeri maupun internasional adalah Slime. Mainan ini berbentuk seperti lem atau cairan lengket dan pekat yang sekilas terlihat seperti lendir. 

Cairan slime ini dibuat dalam berbagai macam variasi warna dan menggunakan bahan-bahan yang berbeda yang akhir-akhir ini sedang menjadi kegemaran anak-anak. 

Slime bisa dibuat sendiri di rumah dengan berbagai bahan. Memang slime bisa dibuat dengan bahan-bahan yang aman. 

Tapi, ada yang perlu diperhatikan oleh orangtua, jangan sampai anak, adik, keponakan, atau kerabat mengalami apa yang dialami Kathleen, gadis kecil berusia 11 tahun asal Massachusets, Amerika Serikat ini.

Awalnya memang tidak ada yang aneh. Kathleen sudah sangat sering membuat slime. Ibaratnya, sudah ratusan hingga ribuan kali. 

Tapi kali ini, ketika ia pulang dari menginap di rumah seorang teman-tentu juga bermain slime bersama, ada kejadian yang sangat mengejutkan.

Ia terbangun dari tidurnya di tengah malam dengan rasa panas luar biasa di ujung-ujung jemari kecilnya. 

Kathleen menangis karena merasakan sakit yang tidak tertahankan. Sang ibunda langsung membawa Kathleen ke rumah sakit saat itu juga.

"Saya merasa sudah menjadi ibu yang paling buruk untuk putri saya," kata Siobhan Quinn, sang ibunda. 

Putrinya sudah sangat 'akrab' dengan bahan-bahan dasar pembuat slime seperti lem, sabun dan boraks. 

Sekilas, kelihatannya, bahan-bahan itu memang menakutkan, tapi semua anak seperti sudah pernah mempraktikkannya dan tidak pernah terjadi apapun.

Alhasil, putri kecilnya itu harus dirawat di rumah. Ia tidur dengan jemari yang diperban karena lapisan-lapisan kulitnya terus mengelupas dan terasa perih. 

Kathleen pun terpaksa harus absen dari sekolahnya hingga satu minggu.

Ternyata, penyebab terbakarnya kulit telapak tangan dan jari Kathleen itu disebabkan oleh boraks yang memang sesungguhnya tidak pernah diperbolehkan atau diperuntukkan bagi anak-anak. 

Dr. Megan Hannon dari Southshore Hospital menjelaskan bahwa boraks memiliki reaksi kimia panas dan sangat membahayakan jika terpapar di permukaan kulit tanpa pelindung apapun.

Makanya mulai sekarang berhati-hati ketika membuat slime, orangtua juga perlu mengawasi anak. Kalau perlu gunakan bahan-bahan yang aman dan anti bahan kimia. Perhatikan pula lem yang menjadi bahan dasar dari slime ya.

Sumber: vemale.com

Related Posts

Jangan Biarkan Anak Bermain Slime, Jika Tak Ingin Bernasib Seperti Bocah Ini..!!
4/ 5
Oleh