Selasa, 04 April 2017

Waspada, Setelah Marak Penculikan Anak Kini Bapaknya Anak-Anak Jadi Sasaran Berikutnya!

Waspada, Setelah Marak Penculikan Anak Kini Bapaknya Anak-Anak Jadi Sasaran Berikutnya!

Baca Juga


Beberapa pekan lalu kita dihebohkan dengan isu penculikan anak yang sempat viral di berbagai media. 

Hal itu membuat banyak pihak kemudian resah, terkhusus para orang tua yang mempunyai anak kecil. 

Berkat tindakan sigap dari aparat keamanan akhirnya satu persatu pelaku penculikan anak berhasil dibekuk. 

Namun bahayanya setelah penculik anak berhasil diringkus kini malah muncul penculik bapaknya anak-anak yang cukup sulit untuk dibekuk.

Penculik bapaknya anak-anak atau dikenal dengan penculik om-om tajir ini sedang heboh diperbincangkan diberbagai media sosial. 

Fenomena penculik om-om ini menggelitik banyak orang. Beberapa menganggap istilah ini sebagai hal remeh dan becandaan. Namun, cerita soal penculikan om-om sebenarnya tak lepas dari beratnya kebutuhan ekonomi dan tuntutan gaya hidup.

Problem ekonomi dan pergaulan di kota-kota besar, memunculkan penculik-penculik bertopeng kecantikan dan keseksian. 

Sasarannya ya mereka laki-laki hidung belang yang punya segepok uang.

Seperti yang pernah dilakoni oleh wanita berinisial LN, berusia 23 tahun. Wanita yang mengaku bekerja sebagai marketing salah satu bank di Kota Malang tersebut nekat ‘menculik’ om-om demi mengejar target nasabah yang dibebankan kepadanya. 

Targetnya bisa mencapai ratusan juta hingga mendekati Rp 1 miliar. “Kalau capai target sebelum tutup buku, saya bisa santai. Target itu juga harus tercapai,” katanya. Cerita tadi saya lansir dari surat kabar Malang Post. 

LN mengungkapkan kalau aksi menggoda om-om ini sudah dilakoninya sejak ditinggal oleh pria dari anak yang dilahirkannya. 

Kebutuhan hidup juga yang mendorongnya untuk terjun bebas dalam pergaulan ini. Wanita yang masih menjalani studi ekstensi di kampus swasta Kota Malang tersebut, berasal dari keluarga biasa-biasa.

Menurut psikolog Zainul Anwar, mengatakan bahwa fenomena penculikan om-om tajir terjadi karena beberapa hal yaitu internal yakni karena kebutuhan hidup atau sebagai ajang pembuktian dan balas dendam dan eksternal misalnya karena ada orang yang mengajak atau ada orang yang memaksa atau mengancam apabila tidak dituruti. 

Zainul menegaskan, fenomena seperti ini dapat diperbaiki atau diobati dengan cara berteman dengan para pelaku dan bersahabat dengan mereka.

Nah sobat, apabila ternyata mereka yang melakukan hal itu adalah teman kita coba deh kita nasehati supaya tidak melakukan hal demikian. 

Ajaklah mereka berkomunikasi dengan baik, jangan membiarkan hal itu terjadi terus menerus, dan jangan menutup mata.

Sumber: malangpost.net dan chirpstory.com

Related Posts

Waspada, Setelah Marak Penculikan Anak Kini Bapaknya Anak-Anak Jadi Sasaran Berikutnya!
4/ 5
Oleh